header image
 

MANUSIA MANUSIA MODEREN

Evolution_of_man Ditulisan gue kali ini ada dua uneg-uneg gue yang pingin gue sampaikan. Pertama soal Poligami yang kedua soal UU Pornografi Pornoaksi dan diakhir tulisan ini gue akan buat suatu kesimpulan yang berhubungan dengan dua topik gue tersebut.

Gue minggu lalu baca booklet preview filmnya Nia Dinata "Berbagi Suami". Filmnya sih belum gue tonton cuma gue tertarik aja tema filmnya. Dibooklet itu ada info standar sih antara lain Pemain,Sutradara,Latar Belakang Film tersebut dan sebagainya. Inti dari film tersebut adalah mengenai Poligami,kisah dan latar belakang perempuan-perempuan yang dipoligami.

Pertentangan soal Poligami memang hal yan gak ada habisnya di Negara ini. Gue sih gak interest sama yang namanya Poligami,wong kawin sama satu perempuan aja belum kok udah mikir Poligami. Yang jadi pikiran gue adalah Poligami itu kan sah-sah aja dalam agama,knapa kok diributin? Selama Istri pertama menerima dan sang suami bisa adil ya boleh aja kan? Yang lebih lucu lagi yang ngeributin itu justru orang-orang yang gak pernah berpoligami yang cuma memandang dari luar menerka-nerka dengan sinis kehidupan orang yang berpoligami dan istri-istri mereka. Sementara yang berpoligami dan Istri-istri mereka hidupnya fine-fine aja tuh. Lucu ya?

UU Pornografi dan Pornoaksi. Melihat dua kubu yang pro dan kontra terhadap RUU tersebut,kayak lihat pedagang kaki lima di Tanah Abang,saling berteriak dengan lantang menyuarakan argumen mereka tentang RUU yang bersangkutan. Gue sih setuju aja sama RUU tersebut selama gak meleber kemana-mana, yang perlu diatur adalah yang berhubungan dengan hak-hak penonton TV dan Pertunjukan Umum lainnya untuk mendapatkan tontonan yang layak dan sopan tanpa harus ngatur orang untuk pake baju apa di tempat umum.

Emang sih semenjak reformasi udah banyak hal yang kebablasan di negara ini. Ada yang goyang ngebor, ngecor, patah-patah dan goyang-goyang  aneh lainnya di depan kamera TV berkilah ekspresi,foto sexy dibilang art cuma karena di retouch agak blur atau lightingnya dan angle lebih profesional walau tetap aja belahan toket atau paha diumbar. Sekarang gue mau nanya apakah Inul akan tetap terkenal klo dia nyanyi tanpa goyang?dan apakah para pelanggan setia ME akan tetap beli majalah itu kalo semua modelnya pake Jilbab?

Menurut gue telanjang adalah telanjang,seni adalah seni. Mungkin pikiran gue agak old fashioned,well maybe. Apakah jadi lebih moderen kalo gue bilang telanjang dalam sebuah karya seni itu adalah hal yang wajar? Lalu knapa sehari harinya sang artis dan modelnya gak telanjang aja everywhere,anywhere? Bukankah itu artinya mereka jadi seniman/seniwati sejati?Monyet tetap monyet kan walau pakai baju manusia? Atau naik derajat jadi manusia?Karena seni menurut gue akan memanjakan indra penikmatnya bukan alat vital mereka!

Gue bukan orang alim yang suci sesuci-sucinya,terus terang gue suka pornografi,BF,Gambar dsb. Tapi gue gak mau hal tersebut jadi barang yang mudah didapat dimana-mana. Munafik?Biarlah gue dibilang munafik daripada menghalalkan yang haram. Biarlah Pornografi tetap menjadi misteri kita yang paling gelap,tersimpan entah itu di laci lemari,bawah ranjang,hard disk PC atau notebook atau lebih jauh lagi;di alam pikiran kita tanpa ada satu oang pun yang perlu tahu. Jangan biarkan generasi dibawah kita terbiasa dengan pornografi,biarkan mereka tetap tidak tahu sampai suatu hari mereka akhirnya tahu. Jangan jadikan seni sebagai tameng pencampuradukan hitam dan putih,dan mendewakan ekspresi sementara etika kita taruh dibawah sepatu kita.

Pernah dengar dongeng tentang Raja dan Tukang Jahit Gadungan? Singkatnya seorang Raja yang sombong menyelanggarakan sayembara untuk membuat pakaian terindah buat sang raja,nah dua orang penjahit gadungan ikutan lomba tersebut dengan menbuat pakaian ‘virtual‘ bagi sang raja. Semua yang ‘tidak bisa’ melihat pakaian tersebut dibilang bodoh dan kuno,raja sombong yang gak mau dibilang kuno itupun mau ‘memakai’ pakaian yang sebenarnya gak ada tersebut. Sampai pada saat dipergakan dipodium seorang anak kecil yang polos berteriak "Raja telanjang!" baru deh sang raja sadar klo selama ini dia sombong dan hidup terlalu bermewah-mewah. Ngerti gak maksud cerita ini? Kita tuh jangan mau dibodohin sama segelintir orang cuma karena takut dibilang kuno or kolot.Kita adalah diri kita sendiri,apapun apa kata orang.

Secara gak sadar sebenarnya pikiran kita udah dibrainwash untuk menuhankan kata Modern dan Modernisasi sampai kita lupa hakekat hidup,kehidupan dan cara hidup yang sesuai dengan ajaran Agama kita. Kita takut untuk tidak ambil bagian didalam modernisasi tersebut,sekecil apapun bentuknya. Gua gak bilang jadi modern itu adalah hal tercela,gue bisa nulis disini juga adalah sebuah hasil sebuah modernisasi dan banyak hal yang gue miliki juga buah dari modernisasi tersebut. Lo boleh modern tapi jangan jadikan diri lo hamba dari modernisasi tersebut tetaplah jadi manusia yang modern tapi tetap punya budaya,cara pandang,gaya hidup yang tidak bertentangan dengan hakekat penciptaan manusia oleh Tuhan dan jangan menjadi  MANUSIA YANG MENGHARAMKAN APA YANG SUDAH DIHALALKAN TUHAN dan MENGHALALKAN APA YANG DIHARAMKANNYA

~ by 8129 on March 22, 2006.

One Response to “MANUSIA MANUSIA MODEREN”

  1. Ehm boleh komentar ya..memang pelaku poligami kebanyakan diam-diam saja..tapi aku punya banyak teman yang anak-anaknya adalah hasil poligami,pada musuhan ada kesan dikesampingkan..dan tidak komplit mendapatkan seutuhnya perhatian dari Bapaknya.Dalam 1 keluarga yang tidak berpoligami saja hal tersebutsering terjadi kan…Menurut aku,jangan menjadikan ayat Al Quran untuk menjadi pengesah ketika laki-laki ingin menikah lagi.Gitu…
    Trus yang soal RUU APP,masalahnya menurut aku kalo hal-hal mengenai moral harus masuk undang-undang..ya itu apa semua orang nanti jadi masuk penjara.Menurut aku hal-hal yang berkait dengan moral adalah hak masyarakat..nah masyarakat kita ini yang sekarang jadi gamang, karena apa…mereka sebenarnya suka.Aku setuju kok kalo masalah ini harus dibuat peraturannya tapi lebih ke aksesibilitas…yang harus dengan ketat mengatur sesorang mendapatkan dan membeli barang-barang seperti itu..Terima kasih.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.