Sebuah Permainan Bernama Cinta
Cinta, sebuah kata indah yang selalu jadi sumber insipirasi hidup dan karya manusia. Mulai dari karya sastra, arsitektur film apalagi lagu. Ribuan lagu diseluruh dunia beredar yang isinya soal cinta. Taj Mahal adalah makam monumen cinta seorang Permaisuri yang begitu dicintai suaminya. Dalam kehidupan nyata cinta adalah inti dari kehidupan manusia. Manusia ada karena cinta, banyak yang terjerumus dan mati oleh cinta juga. dan tujuan hidup mereka pun didasari oleh cinta baik itu cinta pada Tuhan, pacar, harta, dan banyak lagi hal yang didasari oleh cinta yang berbeda objeknya.
Kalau berbicara tentang cinta pasti akan berhubungan dengan yang namanya jatuh cinta suatu proses dimana pada saat seseorang mengalami reaksi kimiawi yang sejenis dengan adiksi/kecanduan terhadap orang yang kita suka, entah karena fisik maupun pribadinya. Jangankan berpegangan tangan, terima SMS dari orang yang sedang kita fall in love with itu, rasanya seolah-olah kita bisa terbang. Gak tahu kenapa, segalanya terasa begitu menyenangkan, kita jadi bekerja lebih rajin, lebih jaga penampilan, masalah yang berat menjadi tak berarti, uang di dompet yang tinggal 50 ribu perak gak mampu menanggalkan ke PD-an kita, karena dalam hati dan dalam pikiran kita ada satu nama yang seolah memberi kekuatan ekstra. Itu efek positif dari cinta. Negatifnya? Nah lo…
Cinta seperti api, kalau sedikit jadi penerang kalau banyak kebakaran. Bagaikan air yang bisa memberi kesegaran kalau banyak jadi banjir. Kita gak tahu kapan cinta itu akan jadi ‘kebanyakan’ atau kapan orang yang kita cintai mulai merasa bosan dengan diri kita tanpa kita mengetahuinya. Ujung-ujungnya patah hati. Pada saat hal itu terjadi, kita pun bagai terjatuh kedalam sebuah lubang gelap yang tanpa ujung. Bagai sutera yang tersangkut di duri lalu di tarik seperti itulah hati kita. Hari-haripun menjadi gelap, semua hal menjadi tak berarti tanpa orang yang kita cintai tersebut. Kepedihannya lebih panjang kita rasakan daripada keceriaan disaat jatuh cinta. So sad…
Cinta adalah sebuah permainan yang menggunakan ‘hati’ sebagai medianya, yang menang akan mendapatkan ‘hati’ yang lain, yang kalah akan terluka ‘hati’nya. Kalau permainannya fair dua belah pihak akan mendapatkan ‘hati’ masing-masing. Love is a Crying Game kata Boy George, it’s true. Kalah dalam bercinta akan menguras air mata dan menghapus asa. Cinta adalah permainan indera ketika jiwa yang sepi terpesona kharisma jiwa yang lain, yang kemudian berubah menjadi sebuah fatamorgana bagi mereka yang kalah dan terluka.
Kalau gue bisa memilih gue gak mau jatuh cinta karena cinta membuat gue jadi orang yang pemurung, paranoid dan posesif. Rasa takut kehilangan yang tercinta selalu ada di kepala gue, takut kalau pada suatu hari gue akan dikecewakan. Sayangnya kita gak tahu kapan kita dan dengan siapa kita akan jatuh cinta, kita gak tahu apakah cinta sejati yang akan kita dapat atau hanyalah gombal murni, seperti halnya kita gak bisa memilih untuk jatuh cinta atau hanya sebatas suka. Kita gak punya antibodi untuk menolak pesona seseorang, kita hanya bisa menahan diri untuk tidak jatuh cinta lalu semuanya terletak pangkuan sang waktu. Cintakah yang tumbuh atau hanya sekedar nafsu. Pada saat kita membiarkan diri kita jatuh cinta pada seseorang sebenarnya kita telah menyerahkan ‘hati’ dan kesadaran kita pada orang tersebut, menyerahkan seluruh pikiran dan perhatian kita kepadanya. Segala hal yang baik dari orang tersebut menguasai pikiran kita sementara logika dan akal sehat mengendap entah dimana.
Cinta seharusnya membuat kita bahagia bukan merana. Cinta seharusnya mengisi hati kita bukan menciptakan kekosongan di sana. Salahkah cinta jika ia membuat kita menjadi buta? Salahkah kita bila kita tak mau mencinta? Masihkah ia bernama cinta jika ia datang hanya menambah derita? Cinta, berjuta orang mencarimu berjuta juga kecewa. Ah cinta, alangkah bahagianya kalau aku bisa meng-On/Off kanmu, lalu memilih pribadi mana yang akan kucinta…andaikan.
Namun Cinta hanyalah rasa, penabuh genderang didalam dada, pemicu manusia meraih asa…
L’amour, quand vous me donnerez le vrai l’un ?


you read my mind, we have the same point here..
tapi…. “Cinta seharusnya membuat kita bahagia bukan merana”
bukan kah yang terbaik buat kita tidak selalu yang terindah ? bahkan yang terburuk….
kata2 diatas inilah satu2 nya penghibur kudalam kerasnya dunia
kalaupun ada option, aku lebih menginginkan menemukan seorang putri cantik jelita yang tertidur dan menciumnya agar bangun, kemudian hidup bahagia selama2nya, dengan beberapa anak yang lucu dan menjadi raja dari kerajaan sang putri.. hehehehe…
indah kah hidup tanpa klimaks ?
indah kah hidup layaknya ending cerita dongeng ?
kalau ditanya sekarang, aku pasti jawab
” IYA”
hahahahaha <- ketawa getir
alam terjepit said this on July 17, 2006 at 1:22 am
Cinta?..where r u?…kok gak sms sms?
-ZZ-
ZZZZ said this on July 19, 2006 at 2:59 am
kata ti pat kay cinta itu indah tapi deritanya tiada berakhir….tapi mending dapat cinta daripada gak sama sekali lahhhhh.Eh ada apa nih kok jadi ngomong cinta..salah tidur?????what happen,euyyyyy?
Kesamaia said this on July 20, 2006 at 4:37 am
cinta kan topik yang never ending bos (aduh kayak tukang ojek gw)
btw, kok bisa menanyakan keberadaan cinta ? cinta where are you ? ini yang ngomong Rangga yah ? jayus deh… hehehe emangnya AADC..
Cinta ada karena saling memiliki dan berbagi, saling mengerti dan melengkapi, saling berusaha untuk membuat keberadaan pasangan ini comfort, kebersamaan, bahkan untuk mereka2 yang dipisahkan oleh perbedaan waktu dan tempat.. kalau mau survive kudu saling mengerti, saling memahami dan mematikan ego, jangan biarkan negative thinking keluar dan memojokkan pasangan, karena tidak semua yang kita pikirkan itu memang benar, semua tindakan manusia ada alasannya, kalau tidak menerima alasan berarti kita adalah manusia yang berpikiran dangkal..
saling menyalahkan adalah salah satu akhir dari cinta yang sungguh menyebalkan, menjelek2kan pasangan dan memberi cap ‘not worthed’, introspeksi adalah yang terbaik, orang yang menganalisa diri sendir dan mau belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang lain adalah karakter orang yang mau berkembang..
love’s hurt
love’s hot
it’s all in your mind
alam berpelukan said this on July 21, 2006 at 10:38 pm