header image
 

Sabar Atau Tolol?

Thinking Pernah ada gak suatu saat dalam hidup dimana kita sedang bersabar dalam suatu masalah karena pendapat teman kita jadi bertanya pada diri kita sendiri “Gue ini sabar atau tolol sih?” dan setelah kita pikir-pikir pertanyaan kedua muncul;” Haruskah gue tetap sabar atau berubah jadi pintar ya?” Lalu dilemma pun tercipta.

Sesungguhnya ada garis yang sangat tipis antara kesabaran dan ketololan yang kita gak bisa nilai secara umum dan kasat mata. Mungkin menurut kita sendiri kia menganggap diri kita sabar sementara menurut orang kita lain kita itu tolol. Begitupun kalau kita menilai masalah orang lain, dari kacamata kita mungkin kita akan memahami kesabaran seseorang tersebut tapi mungkin juga kita akan mengangapnya tolol. Begitulah, kesabaran dan ketololan jadi sesuatu hal yang subjektif sekaligus pribadi.

Terus bagaimana dong cara kita tahu kita itu sedang sabar atau tolol? Gini, tanyalah pada teman yang menilai kita tolol, mintalah dasar penilaiannya mengatakan hal tersebut, kalau jawabannya masuk akal kita tanya pada diri kita sendiri; Haruskah gue sesabar ini? Sampai kapankah gue harus bersabar? Apakah yang akan gue dapat dari kesabaran ini? Kalau kita gak bisa dapat jawaban yang pasti dari diri kita sendiri ya berarti kita memang sedang tolol, tapi kalau kita punya argumen yang positif tetaplah bersabar to hell what others will say!

Kesabaran sudah jadi hal yang langka dikehidupan ini, makanya ada ungkapan Orang Sabar Disayang Tuhan;betul, tapi kita juga harus punya kesabaran yang proporsional. Kita harus tahu kapan dan terhadap siapa kita mesti bersabar karena kita gak tahu mana orang yang memang membutuhkan kesabaran kita atau sekedar memanfaatkannya. Sabar akan cobaan hidup itu wajib, sabar terhadap sesuatu yang akan membawa kebaikan dimasa depan apalagi, tapi jangan bersabar untuk suatu ketidakjelasan dan ketidakpastian, don’t waste your time! Sabar itu bagus tapi sabar yang cerdas itu harus.

~ by 8129 on November 14, 2006.

3 Responses to “Sabar Atau Tolol?”

  1. Sulit ngebedainnya kalo lagi emosional..makanya mungkin harus jadi orang lain dulu.Karena kalo semakin dipikirin malah jadi malah ngenes…….setuju aja lah kita jadi orang sabar tapi dengan kriteria yang tentu saja bukan jadi korban,tetapi subyek pelaku yang mengerti benar arah langkah mana yang akan dituju.Got deal?

  2. gw selalu berusaha menjadi org lain, bahkan gw bs menilai apaa yg gw lakuin itu benar atau salah, bahkan gw bisa memberi nasehat dan jalan keluar kepada diri gw…. tapi tetep aja keetika gw jadi diri gw, gw gak ngikutin nasehat gw sendiri dengan menyimpulkan pembenaran2 yg gww sudah tau kl itu maksa..

    salah satu sahabat gw berusaha mmberikan nasehat ketika gw ada masalah, tp gw cut dengan gw melanjutkan nasehat dia dengan nasehat gw ketika menjadi ‘org lain’.. dia bingung ternyaata gw dah tau jalan keluarnya, i already got the point!! tapi.. tetep aja gak bgt ngaru karena kenyataannya sering kali gw ngelangkah ke arah yg malah tidak rasional tapi maen perasaan…

    kayak 2 kepribadian yah ? wekekekeke… kayaknya gw termasuk yg ‘tolol’.. :D
    wekekekkekeke..

    ada yg bs gw ambil hikmah dr pengalaman hidup gw yang baru se’uprit’ ini, bahwa yg membuat bingung dan rumit terkadang diri kita sendiri, dan jangan selalu menempatkan diri kita selalu sebagai ‘korban’ yng end up dgn ratapan anak tiri dan tangisan bombay, menyalahkan orang laen atau pun menyalahkan diri sendiri, capek gak sih? too many words are spoken hanya untk menggambarkan bahwa mereka jahat/salah dan kita korban.. capek gak sih ?

    Sabar atau tolol ? kenapa kita harus berpikir ttg sabar atau tolol? capek gak sih ?

    Yang penting kita harus yakin bahwa apa yg kita pilih dalam hidup ini, sekecil apapun, kitaa harus tanggung jawab menerima resiko apapun dengan lapang dada, udah gede gini… sabar dan tolol hanya muncul dr sisi mana dan ‘mood’ apa kita.. jalani aja hidup, ambil hikmah masa lalu dan sekarang, tapi tetap berpikir kedepan aja, terlalu meributkan masa lalu gak akan ada habisnya..

    catatan : gw bangga menjadi orang ‘tolol’ apabila predikat itu membuktikan bahwa gw adalah orang yang sabar, sangat sabar bahkan… ( positive way ) harga diri ? makan tuh harga diri!! wekekeke… jujur trhadap diri sendiri lebih mulia kaleeeee…

  3. Sabar itu bagus tapi sabar yang cerdas itu harus. AGREE

    Menurut gue sabar cerdas itu adalah bersabar terhadap suatu kondisi, kejadian, perlakuan dsb namun terus berusaha dan berfikir mencari jalan terbaik sebagai solusi dari kondisi, kejadian, perlakuan dsb agar bisa keluar dan memperbaiki.

    Sabar yang tolol adalah sikap sabar yang didefinisikan dengan diam dan pasrah. Tidak ada upaya ikhtiar dan fikir untuk mencari jalan terbaik agar bisa keluar dan memperbaiki.

    Orang yang selalu sabar menjadi miskin namun tidak berusaha untuk bekerja. Ini adalah contoh sabar yang TOLOL.

    Orang yang selalu sabar menjadi miskin namun tidak pernah mengenal lelah berusaha untuk bekerja agar keluar dari kemiskinan dan memperbaiki agar menjadi lebih kaya. Ini adalah contoh sabar yang CERDAS.

    So the smart patience and stupid patience, THEY BOTH EXIST.

    Sabar itu gak ada batasnya. Jika sabar ada batasnya maka bukanlah sabar namanya.

    Menahan amarah atau emosi merupakan sabar yang cerdas meskipun terlihat tolol. Why??? jika emosi dan amarah diluapkan maka akan menjadi bom / bom waktu untuk diri sendiri.

    Sabar dalam emosi dan amarah menyebabkan orang lain tidak merasa sakit hati untuk membalas.

    DI POSISI MANAKAH KESABARAN ANDA ???

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.