Sebuah Wajah
Ada sebuah wajah diponselmu,
Yang tak sengaja kulihat saat kubuka tanpa izinmu,
Sebuah wajah yang asing,
Tersenyum manis membelakangi dinding,
Tak akan pernah ‘ku bertanya siapa dirinya,
Karena ‘ku yakin tak akan ada jawab yang sebenarnya,
Diakah yang merubah hatimu?
Diakah yang menyisihkanku?
Diakah yang membuatmu melupakanku?
Diakah yang ada dipikiranmu saat kau dalam pelukanku?
Siapa dia bagimu bukan lagi masalahku,
Kau bukan lagi milikku,
Sebuah wajah asing,
Yang tersenyum manis membelakangi dinding,
Telah membuatmu berpaling,
Membangun diantara kita sebuah dinding…

Ambil hikmahnya ya Zak…
Hidup adalah mungkin
Kematian adalah pasti
Fikiran sering mengelabui
Kematian pasti menghakimi
Persiapkan diri
tuk kematian yang abadi
Mungkin ini wujud rasa sayang Allah agar kamu mengalihkan rasa cintamu untuk Dia.
My prayers go with you…
Ansori said this on December 20, 2006 at 1:09 am
Is that a final answer for every question?
Kesamaia said this on December 22, 2006 at 3:49 am
BAGUS BANGET! Perpaduan kondisi masa kini dan pilihan diksi serta rima (traditional way) yang asyik banget. Keren kang!
MANINO said this on January 3, 2007 at 1:30 am