header image
 

Sebuah Wajah

Ada sebuah wajah diponselmu,

Yang tak sengaja kulihat saat kubuka tanpa izinmu,

Sebuah wajah yang asing,

Tersenyum manis membelakangi dinding,

Tak akan pernah ‘ku bertanya siapa dirinya,

Karena ‘ku yakin tak akan ada jawab yang sebenarnya,

Diakah yang merubah hatimu?

Diakah yang menyisihkanku?

Diakah yang membuatmu melupakanku?

Diakah yang ada dipikiranmu saat kau dalam pelukanku?

Siapa dia bagimu bukan lagi masalahku,

Kau bukan lagi milikku,

Sebuah wajah asing,

Yang tersenyum manis membelakangi dinding,

Telah membuatmu berpaling,

Membangun diantara kita sebuah dinding…

~ by 8129 on December 19, 2006.

3 Responses to “Sebuah Wajah”

  1. Ambil hikmahnya ya Zak…

    Hidup adalah mungkin
    Kematian adalah pasti
    Fikiran sering mengelabui
    Kematian pasti menghakimi

    Persiapkan diri
    tuk kematian yang abadi

    Mungkin ini wujud rasa sayang Allah agar kamu mengalihkan rasa cintamu untuk Dia.

    My prayers go with you…

  2. Is that a final answer for every question?

  3. BAGUS BANGET! Perpaduan kondisi masa kini dan pilihan diksi serta rima (traditional way) yang asyik banget. Keren kang!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.