Acara TV Kita
Sinetron oh sinetron…raja di televisi lokal kita. Mulai dari pagi buta sampai tengah malam tak henti-henti acara ini ditayangkan, masing-masing tv berlomba menayangkan ragam jenis acara yang satu ini. Mulai dari yang bertema relijius yang luar biasa hiperbolis, komedi slapstick yang unbelievably stupid, cerita remaja-remaja yang gatel gak tahu sopan santun yang pingin tahu rasanya cinta, anak-anak sekolah yang cewek-ceweknya roknya setinggi tiang bendera sementara cowok-cowok nya rambutnya sasakannya setinggi ibu-ibu pejabat, Ibu tiri yang luar biasa kejam bersuamikan pria tolol dan si anak yang teramat sangat sabar-atau tolol seperti bapaknya?-dan yang -sekarang sedang- dominan cerita yang berjudul nama seorang cewek, mulai dari Intan, Berlian, Permata, Wulan,dst dan sederet nama perempuan yang masih dalam proses produksi-mungkin-. Yang paling menyedihkan dari seluruh cerita yang memakai nama sebagai judulnya itu adalah tema yang sama; kesenjangan sosial diantara dua anak manusia yang jatuh cinta , biasanya si cowok kaya, si cewek miskin yang gak disetujui sama orang tua si kaya(biasanya nyokapnya)trus si cewek hamil sementara si cowok udah menikah dengan cewek lain, standar dan klise gak sih? Belum lagi set yang dibuat semewah mungkin yang kalau dilihat oleh orang yang gak tinggal di Indonesia mereka akan mengira Pendapatan Perkapita kita diatas rata-rata masyarakat eropa. Nipu nih….
Bisa gak sih bikin sinetron yang natural dan menggambarkan kehidupan orang Indonesia kebanyakan? Yang ceritanya wajar, masuk akal dan cerdas. Lucu tapi gak konyol, sedih tapi gak cengeng dengan dramatisasi yang seminimal mungkin. Ada beberapa sinetron yang ceritanya seperti kriteria diatas tapi jarang, mungkin hanya 1-2 buah dalam setahun, itu juga biasanya jarang masuk rating. Payah!
Terus acara lain gmn? Masih ada pilihan kok; infotainment-yang isinya seragam kayak anak sekolah-, Berita Kriminal, dan Berita Biasa yang juga isinya seragam. Tentu saja sesekali ada film barat basi yang di Re-run 3-4 kali setahun yang di sirkulasi dari satu stasiun TV ke stasiun TV yang lain dengan promosi membodohi; BOX OFFICE HOLLYWOOD bla..bla..bla. Ada sih beberapa TV swasta yang isinya lebih variatif tapi tetep itu-itu aja, well kalau mau pilihan lain kayak serial hollywood yang lagi happening ya bisa milih lagi antara Indovision, Kabelvision atau Astro.
Where are we going? Sampai kapankah kita akan tetap dibodohi acara-acara yang cuma bisa menghibur tapi tak memberikan manfaat? Dibuai acara-acara yang hanya membuat bintang-bintangnya dan produsernya makin kaya. Siapakah yang bodoh? Penonton? Produser yang merasa bisa membodohi penonton? Yang pasti paling rugi sih penonton, soalnya Produser dapat uang dari hasil penjualan sinetron-sinetron klise nya itu, stasiun TV dapat uang dari pemasang Iklan terutama di Prime Time, Penonton dapat apa? Hiburan, dan…..? Udah hiburan doang.
Money..money..money everything is about money, gak peduli seburuk apa dampaknya nanti target utama sebuah acara adalah uang. Sekarang tinggal penontonnya yang rela dibodohi sebuah acara seperti sinetron bercerita klise tersebut diatas atau lebih memilih acara lain yang lebih edukatif dan informatif. Acara TV memang mengejar rating, jadi kalau memang gak mau suatu jenis acara tetep ada ya jangan ditonton lama-lama kan ratingnya drop trus gak ditayangin lagi deh. Kompakan sama yang lain.
Yang BT sama Sinetron angkat tangan!!

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.