header image
 

Analogi Tuhan Dan Pekerjaan

Kehidupan megapolitan Jakarta hiruk pikuk dengan kesibukan yang bertumpuk membuat kita sadar atau tidak sadar kadang kita sering menempatkan agama terutama Tuhan sebagai hal yang terakhir ada dalam list kehidupan kita sehari-hari, termasuk juga gue. Segala sesuatu yang konkret dan duniawi ada diurutan-urutan pertama, sementara segala sesuatu yang bersifat rohani dan abstrak ada di urutan belakang.

Sebenarnya agama dan pekerjaan bisa dianalogikan. Big Bos adalah Tuhan di kantor sementara level manajer adalah para nabi dan malaikat . dan kita sebagai staff adalah umatNya. Kita hormat setengah mati sama bos-bos kita, melakukan semua perintah yang ditugaskan dengan cepat dan tepat waktu. Mendengar semua nasehat dari manajemen, terutama HRD yang selalu pasang mata dan kepala ngawasin kita. Pokoke kita selalu berusaha jadi yang terbaik di kantor biar dapat yearly review yang baik .

Nah kalau berhubungan dengan ajaran dan perintah Tuhan sama gak? Tuhan is the BIGEST BOSS. Lalu kenapa sebagian besar dari kita gak menuruti perintahNya, berat kalau disuruh beribadah malah ngenyek. Pernah ada teman yang mencibir saat dengar seorang ulama berceramah di TV, akankah ia juga akan mencibir saat diceramahi salah satu manajernya?

Kita memang gak dapat uang dari Tuhan secara langsung tapi tiap hari kita di gaji lho! Hidup kita adalah gaji yang Tuhan berikan setiap hari buat kita. Apakah kita bekerja atau tidak untukNya. Dia dengan Maha kasih dan sayangNya yang tak terbatas tetap memberikan kita tunjangan hidup yaitu udara, kesehatan, anggota tubuh yang bekerja dengan normal, rejeki dan berjuta hal lain yang gak akan bisa sebutkan satu persatu.

Coba pikir kalau di kantor, kalau kita bolos kerja aja satu minggu, apa gak akan berkurang tuh gaji di akhir bulan? Sebulan gak masuk tanpa kabar di PHK deh kita. Tuhan gak pernah memPHK kita kan? Kita tetap jadi umatNya selama apapun kita bolos kerja, sebesar apapun dosa kita dia tetap memberi tunjangan hidup, sampai kontrak kerja kita habis which is mati. Dia memang tetap Yang Maha Besar apakah kita beribadah atau tidak tapi biasanya kita pasti malu kalau ada orang yang baik banget sama kita tapi kita gak membalas budi orang tersebut, ya gak?

Sudah saatnya kita juga malu sama Tuhan atas semua anugerah dan pemberianNya.

~ by 8129 on October 6, 2007.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.