header image
 

Sensasi

"Jeung..jeung lagi dimandra yeni?" Suara seorang perempuan berbahasa ‘gaul’ diseberang jaringan terdengar saat Nino mengangkatnya.

"Lagi di jalan cantik? Kenapipa bo?" Nino membalas.

"Sama dong! Gue juga lagi dijalan nih mau polda…ha ha ha trus iseng aja telepon elu. Sebenarnya gak ada apa-apa sih, cuma gue lagi mikirin karir gue aja?" Suara tersebut menjawab.

Perempuan yang menelepon Nino adalah Rika. Salah satu artis yang dimanajeri Nino  selama beberapa tahun. Artis yang agak sulit ‘dijual’ karena umurnya yang hampir mencapai tigapuluh tahun disamping wajah yang kurang komersil dimata para produser.

"Kenapa lagi lu? Diomelin sutradara gara-gara telat ke lokasi? Atau sering lupa dialog lagi?" Tanya Nino.

"Tinta Bo!" Jawab Rika ketus " Gue tadi baru denger dari Asisten Sutradara katanya peran gue cuma tinggal tiga episode lagi. Masa mau gini terus sih bo hidup gue?"

Nino terdiam mendengarkan.

"Artis brondong pendatang baru pula udah punya rumah tiga, mobil mewah, apartemen sementara gue mobil butut satu aja belum lunas-lunas" Rika menyambung uneg-unegnya.

"Sabar dong, rejeki ditangan Tuhan say! Kualitas akting lu juga musti ditambah."  Jawab Nino

"Gimana mau nambah kualitas akting, peran gue keseringan jadi pembantu apanya yang mo ditingkatkan?" Rika sewot. " Lu dong sebagai manajer yang mustinya lebih pro aktif jual gue!"

"Iya,iya, tapi kalo hoki lu memang lagi dapat yang kayak gitu ya gue mau gimana? Persaingan tambah ketat, yang cakep-cakep tambah banyak masih muda-muda lagi. So far gue cuma bisa saranin lu untuk bersabar dan gue akan terus masarin elu, tapi kalau lu ada ide lain boleh kasih ke gue." Jawab Nino.

"Hmmm…itu juga yang mau gue bahas…Ide." Balas Rika.

"Oh ya? Dari tadi kenapa gak bilang?" Ujar Nino "Ide apa?"

"Gue mau bikin sensasi biar terkenal!" Jawab Rika.

"Sensasi apa?" Tanya Nino penasaran.

"Lha itu, gue juga lagi pikirin…apa yang menurut lo gampang dan langsung jadi sorotan?" Tanya Rika.

"Aduh tante….plis deh!!" Nino setengah tertawa "Mbok ya kalo ada ide jangan setengah-setengah, lu mikir dulu baru lapor ke gue jeung!"

"Nino, buat apa lu jadi manajer gue kalo gue juga yang musti mikir?" Balas Rika "Pokoknya bikin sensasi apa aja, gue udah desperate banget nih!"

"Sumpe lu?" Nino terkejut. "Apa ya?"

"Tuh ‘kan, lu aja bingung apalagi gue?" Umpat Rika.

"Sebentar gue pikirin dulu." Jawab Nino. "Pilihannya gak banyak dan rata-rata udah pernah di lakuin semua sama artis lain." 

Keduanya terdiam saling berpikir.

"Foto bugil or video porno, selingkuh sama suami orang or kawin sirri, ketangkap bawa narkoba, mukulin orang depan kamera, lu mau yang mana?" Tanya Nino.

"Aduh jangan yang bawa-bawa hukum dong, takut gue!" Jawab Rika.

"Gimana sih, katanya sensasi apa aja?" Tanya Nino lagi. "Yang trend banget sih cerai tapi lu kan belum kawin, udah foto bugil aja yang gampang! Lu foto diri lu sendiri depan kaca trus lu sebar di internet. Bisa kan? Atau mau gue fotoin?"

"Foto bugil? Hmmm…nanti kalo emak gue liat gimana?" Tanya Rika penuh keragu-raguan.

"Bo!!" Teriak Nino. "Make up your mind dong! Yang jelas jadi orang, jangan plin plan gitu, lu sendiri yang punya ide bikin sensasi pas dikasih pilihan malah ciut. Jangan bikin gue BT deh!"

"Yang lain deh ‘no" Balas Rika setengah merajuk "Yang gak pake bugil-bugilan lah please!"

Nino diam sejenak untuk berpikir, tak lama sebuah ide baru muncul.

"Ini yang terakhir dan gak boleh lu tolak ya" Ucap Nino tegas kepada Rika.

"Apa tuh?" Tanya Rika menanti separuh cemas.

"Kita bikin gossip kalo lu itu lines alias lesbong alias lesbian!" Jawab Nino.

"Yah, itu mah lebih parah dari bugil!" Jawab Rika lagi "Emak gue langsung mati kalo dia denger!"

"Ya elu ceritain ke Emak lu dong kalo ini cuma sebagai sensasi aja biar elu di perhatiin media lagi" Jawab Nino "Elu kan gak harus beneran jadi lines, dibikin desas desus aja, paling-paling ada temen gue yang beneran lines nanti yang gue suruh foto bareng sama elu."

Rika terdiam.

"Mau gak?" Tanya Nino setengah membentak.

"I..i..iya deh. Tapi nanti foto sama temen lu yang lines itu gak bugil kan?" Jawab Rika sambil bertanya.

"Tinta lah!" Jawab Nino lagi " Cuma cheek to cheek aja kok. Mau kan?"

"Ok deh…tapi.."

Belum selesai Rika menjawab sebuah bunyi keras terdengar mengejutkan Nino.

"Rika..Rika..Hallo!" Nino berusaha menghubungi Rika.

Telepon terputus lalu tak dapat ia hubungi lagi.

"Sial!" Umpat Nino "Rika..Rika oon banget sih lu! Kenapa juga lagi HP nya? Dijatuhin lagi jangan-jangan. Tolol!"

Keesokan harinya impian Rika terkabul, beminggu-minggu wajahnya muncul di infotainment dan tabloid. Rating Sinetronnya melesat jauh.

Sayang Rika tak bisa menikmati semua itu.

Bunyi keras yang terakhir didengar Nino adalah suara mobil Rika yang di tabrak sebuah truk tangki pengangkut bensin. Truk dan mobil Rika meledak dan terbakar hebat. Rika tewas ditempat terpanggang didalamnya.

~ by 8129 on March 22, 2008.

One Response to “Sensasi”

  1. Amazing..
    love it :)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.