header image
 

Kampanye (terselubung) Yuuuk….?

Pemilu 2009 masih sekitar satu tahun lagi tapi kampanye telah dimulai. Terselubung memang, mulai dari keliling daerah berdalih konsolidasi partai yang berakhir dengan cuap-cuap dimuka umum, sampe iklan layanan masyarakat yang sangat ‘lucu’ semisal, terlihat mesra dengan anak-anak atau masyarakat lain dengan sinematografi yang lumayan bagus dan cenderung utopis dibubuhi kalimat-kalimat puitis tentang membangun bersama blah..blah..blah…hingga makan nasi aking bersama sebuah keluarga miskin disebuah gubuk reot. Usaha nih….

Kampanye-kampanye terselubung itu pun gak cuma dilakukan oleh seorang Capres atau pentolan sebuah partai, partainya pun ikut-ikutan. Contoh pas sidang pembahasan kenaikan BBM yang ramai dengan intrupsi dan pemikiran-pemikiran telat akan kesejahteraan rakyat setelah BBM naik, padahal sebelumnya mereka sudah setuju kalau BBM dinaikkan dengan batasan persentase tertentu. Bo, Plis deh! Gak capek nipu terus? Eh terus ada lagi Pimpinan Partai yang berupaya memberikan contoh agar masyarakat hemat dengan naik ojek bareng staff nya ke gedung DPR tapi teteup dengan dikawal mobil polisi di depannya. Ha ha ha…, kenapa pak? Takut kesenggol mobil pas lagi naik ojek atau ditodong? Jangan maksain diri kaleee..

Melihat mereka seperti nonton lawakan basi yang kita sudah tahu ending joke-nya akan mengarah kemana dan gak memberi pencerahan apa-apa yang ujung-ujungnya cuma bikin kita capek. Rakyat gak butuh akting full of shit yang kayak gitu lah! Mereka butuh pemimpin yang kalau terpilih dia mau senang dan susah bersama rakyat, bukan mau senangnya aja, yang bisa bekata YA untuk kepentingan rakyat dan TIDAK untuk yang sebaliknya. Udah sepuluh tahun gitu lho kita masuk ke masa yang mustinya lebih baik, masa mau nunggu sepuluh tahun lagi?

Yang bodoh sebenarnya siapa ya? Yang pasti rakyat udah gak bodoh lagi, sepuluh tahun reformasi dan pengalaman dua kali Pemilu bertabur janji-janji surga yang gak pernah di wujudkan telah jadi pembelajaran supaya bisa memilih Capres yang lebih baik, atau kalo mentok ya Golput.

Jadi siapa yang bodoh? Yang bodoh ya orang-orang yang merasa bisa membodohi masyarakat dengan iklan tersenyum manis diantara anak-anak jalanan bersama istri yang cantik atau dengan kepura-puraan lainnya. Tapi terserah sih, yang pasti rakyat udah gak mau lagi diajak naik perahu bocor sementara cuma yang ngajak yang pake pelampung. Ngerti kan?

~ by 8129 on May 17, 2008.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.