header image
 

PHK II

Aku hanya bisa menarik nafas panjang saat Okky mengatakan bahwa kami-aku dan tiga orang teman lainnya- ‘terpilih’ terkena ‘perampingan’ dikarenakan kondisi perusahaan yang makin tidak sehat. Setelah itu aku seperti tak mendengar apa-apa lagi. Diri ini seperti diikat erat lalu dimasukkan kedalam ruang kedap suara yang hanya bisa mendengar gumaman Okky tentang bersabar dan sukses mendapat pekerjaan baru hingga akhirnya ia berdiri lalu menjabat tangan kami. Aku terlalu terkesima akan kejadian yang super cepat itu.Aku baru sadar saat kembali ke mejaku, melihat sekeliling ruangan dan teman-temanku;ini hari terakhirku disini.

Tak lama berita PHK kami tersebar. Bagaikan jenazah, meja kami-kami di layati kawan-kawan yang bersimpati.

“Sabar ya!” Ucapan itu yang rata-rata keluar dari mulut mereka.

Mudahnya menyuruh bersabar saat kalian tak mengalaminya, kataku dalam hati. Berupaya terlihat tegar sambil menebar senyum simpul.

Beribu pertanyaan bertabur dikepala. Bagaimana hidupku nanti? Bayar tagihan-tagihan pakai apa? Ngapain nanti selama nganggur? Gampang gak ya dapat kerjaan baru? Dan bermacam pertanyaan lain yang beberapa diantaranya kepada Tuhan.

Yang pertama hanya satu kata;

“Mengapa?”

Yang ke dua;

“Lagi,Ya Allah?”

Yang ke tiga

“Tak cukupkah ujian Kau timpakan kepadaku?”

Yang ke empat;

“Kapankah Kau memberiku kebahagiaan yang hakiki?”

Walaupun aku mempertanyakan keputusan Tuhan buatku di hari itu ujung-ujungnya kepadaNya juga aku berdoa. Diawali dengan nafas panjang doa itu yang seperti sebuah usaha menenangkan diri itu terucap;

“Ya Allah, bantu diriku menghadapi ujianMu ini.”

Saat sendiri rasa sesal muncul. Dulu kepala ini begitu sibuk memikirkan hal-hal tak penting yang berseliweran dalam hidupku terutama cinta, hingga lupa bahwa aku sebenarnya telah memiliki hidup dan karier. Aku hanya perlu mensyukurinya. Tak kurang dan tak lebih. Tapi aku alpa. Dan kini satu nikmat telah diambilNya. Tak banyak yang bisa kulakukan selain pasrah.

Lalu dengan segala daya dan upaya yang maha keras aku berusaha untuk tidak terlihat sedih, kesal, marah beserta kawan-kawannya. Kucoba tersenyum kepada teman-teman ku walau hati ini merasa aku sedang tersenyum sebagai seorang pecundang; senyum kehancuran.

Di makan siang terakhir itu kami banyak tertawa. Maksudku teman-teman kami sepertinya tertawa sungguhan tapi kami yang di PHK-paling tidak aku- hanya pura-pura tertawa. Aku tak tahu apa yang harus aku tertawakan. Bayangan hidup yang tak menentu menari sejak tadi di pelupuk mata. Segala hal menjadi kabur, kegamangan mencengkeram jiwa ini hingga tak mampu untuk fokus.

Sebelum sore kami pulang. Salam dan peluk menghujani kami beserta ucapan-sekali lagi-sabar, plus wish luck mendapat pekerjaan baru. Saat keluar dari gedung itu aku seperti di lempar keluar dari kereta yang sedang melaju cepat di tengah hutan gelap di tengah malam; sakit dan tersesat. Tak tahu harus kemana.

Menuju halte bis ada rasa aneh melihat dunia yang masih berputar dengan lancar saat hidupku sedang dalam jeda. Seperti burung yang sayapnya patah sementara yang lain masih asik terbang disekelilingnya. Pedih.

Lalu apa yang harus kuceritakan kepada orang rumah? Pertanyaanku di jawab gemuruh halilintar. Mendung menggayut dilangit Jakarta. Kelabu, sekelabu hidupku saat itu.

Tak lama hujan rintik pun turun. Menyamarkan airmata yang telah menetes sejak tadi.

~ by 8129 on November 13, 2008.

4 Responses to “PHK II”

  1. Zak!.. trust me.. disini jendela tertutup, tapi di tempat lain Allah membuka pintu yang lain untukmu! insyaAllah.. Keep the faith bro!

  2. ujian hanya diberikan pada calon - calon pemenang..mas!

    Allah ingin melihat hamba-Nya yang benar-bener percaya pada-Nya.

    kalo boleh cerita,ni hanya untu sekedar menambah semagat aja.maaf kalo salah..
    akupun dahulu selama 2 tahun menanti pekerjaan yang selama ini aku idamkan mas.tak hentinya aku doa+usaha,dengan keyakinanku pasti Allah beri aku kesempatan itu.
    karena aku pernah mendengar bahwa “Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya”
    alhamdulillah Allah beri kesempatan itu mas…

  3. Thnx guys..ini cm cerita pendek doang kok..walau setengah fiksi setengah kisah nyata yang pernah terjadi.

  4. rada miris baca ni tulisan pak zaki.
    sabar ya.

    *ni cerita beneran ato karangan?

    kalo beneran, udah dapet kerjaan barukah?

    ^_^

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.