header image
 

Jogja’s BT(Bad Trip)

Entah kenapa perjalanan ke Jogja kali ini kayaknya agak terasa ‘kurang memuaskan’, entah karena ‘beban’ berat karena bawa temen orang asing or else, gak ngerti juga deh. Yang pasti mulai sejak keberangkatan hingga hari terakhir di sana pun agak terasa gak nyaman.

Kekesalan I

Dimulai dari Pesawat Mandala yang harusnya berangkat jam 19.15 ,Jum’at malam 25 Juli di delay hingga esok harinya jam 5 pagi dengan alasan pesawat yang masih ada di Batam gak bisa terbang karena cuaca buruk, dongkol buanget, mau marah tapi gak bisa berbuat apa-apa. Walau Mandala menawarkan full refund, Tiket Lion dan Garuda  penerbangan ke Jogja dah habis untuk malam itu , so what could i do ya terima tawaran mereka untuk diinapkan di hotel lalu naik 1st flight keesokan paginya. Sementara Hans temenku yang asal Swedia itu dah sampai disana jam 19.00 karena dia pakai Garuda.

Penumpang yang setuju diinapkan lalu dinaikan ke sebuah bis wisata lalu diberangkatkan ke Hotel. Awalnya aku mikir..wah Sheraton Bandara nih…asyiik! Lho tapi kok dilewati..ternyata kita dibawa ke sebuah hotel yang masih dikawasan bandara juga. FM7 namanya, sebuah Hotel Transit, bahasa kasarnya Hotel Selingkuh..he he he. Ya memang dinamakan Hotel Selingkuh karena biasanya mereka-mereka yang kesana tujuannya ya untuk ML sejam dua jam dengan pacar gelap lalu cek out.

Hotelnya lumayan bagus, bergaya minimalis dan lumayan baru dibubuhi dengan warna-warna yang mencolok, Hotelnya kelihatan kok  saat pesawat Take Off dan Landing, yang pasti cukup mengobati kekesalan lah. Tapi ternyata satu kamar  disediakan untuk dua orang hmmmh lagi-lagi aku narik napas panjang walau pun akhirnya aku terima juga. Aku dipasangkan dengan seorang Bapak asli Jogja yang sekarang menetap di Balikpapan. Tak lama kamipun diantar ke kamar masing masing. Begitu masuk kamar, ya ampuun…!

Fm7Kamarnya cukup luas dan nyaman tapi yang mengganggu adalah kamar mandinya yang berada tepat disebelah tempat tidur hanya berbatas kaca tanpa penutup, dan toilet yang ada dibelakang kamar mandi  juga tak berpenutup, walaupun tak kelihatan tapi baunya kan bakalan tercium. Aku bertanya kepada bell boy yang mengantar kami kalau-kalau ada kamar dengan kamar mandi berpenutup. Ternyata tidak ada-katanya-. Untungnya kami berdua sudah mandi, jadi sepertinya gak memerlukan kamar mandi super sexy tersebut. Tak lama makan malam kami tiba.

Jam tiga pagi kami dibangunkan, lalu ‘sahur’ di resto utama Hotel tersebut. Kenyang. Akupun naik bis yang sudah menunggu. MandalaBla..bla..bla..tepat jam 5 pesawatpun berangkat. Cuma 30 menit lebih kita diudara tak lama pesawatpun sampai di Adi Sucipto. Jemputanku sampai tak lama kemudian.

Kekesalan II

Di hari pertama rencananya hari itu kita akan bawa Hans ke Borobudur, dan kalau bisa kami akan menyaksikan acara spesial yang diadakan hari itu oleh Walubi. Sesampainya disana ternyata kita harus kecewa, Borobudur sudah ditutup untuk selain undangan sejak jam 1 siang dengan alasan acara khusus tersebut dihadiri Presiden dkk. Kasihan Hans, walau dia bilang ‘I’m okay’, tapi kekesalan tak bisa dilenyapkan dari matanya. Aneh juga acaranya jam 19.00 tapi jam 13.00 Borobudur nya dah ditutup. Kalau jam 16.00 aku kira masih wajar lah. Cabut lah kita, mampir di Candi Mendut sebentar dan akhirnya acara belanja yang seharusnya besok hari jadi dimajukan dan merencanakan kembali ke Borobudur besok lalu ke Keraton Kesultanan.

Kekesalan III

Keesokan hari rencananya kita berangkat jam 8 pagi dan hanya aku, Hans dan supir temanku yang akan pergi, di menit terakhir ternyata berubah. Temanku mau ikut lagi, lalu berubah lagi dengan mengajak teman yang lain. Alhasil kita molor dua jam untuk acara tunggu-menunggu itu. Walau demikian Borobudur tetap bisa dikunjungi, sampai di loket karcis petugas menyuruh kami untuk menuju loket ‘khusus orang asing’ sambil menunjuk ke sebuah gedung kecil disebelah sana. Hah? Aku heran, walaupun aku turuti juga. Aku kira ‘loket khusus orang asing’ tersebut disediakan untuk kenyamanan para orang asing ternyata harga tiketpun beda. Para orang asing dikenakan harga $11/orang atau Rp. 99.000 sementara orang lokal kayak aku di hargai Rp 9.000 saja. Wow! Sangat diskriminatif sekali.

BorobudurSangat absurd objek wisata mendunia seperti Borobudur menerapkan tarif yang gak adil bagi pengunjungnya dimana orang asing harus membayar 10X lipat dari orang lokal. Gak jelas alasannya apa, apakah pengelolanya salah satu penganut paham Apartheid atau masih kesal sama Wong Londo yang pernah menjajah negara ini 350 tahun? Atau merasa orang asing itu pasti kuaya ruaya dinegaranya? MerapiMemang sih $11 buat orang asing memang receh bagi mereka tapi dari segi rasa keadilan apa hal tersebut bisa diterima? Apa pengelolanya mau kalau suatu saat mampu jalan-jalan ke luar negeri disuruh membayar beberapa kali lipat untuk naik ke Menara Eiffel atau Patung Liberty karena kulitnya gelap? Merapi mengepulkan asapnya hari itu.

Kekesalan IV

Borobudur pun selesai, kita pun meluncur kembali ke arah Jogja menuju Kraton Kesultanan. Dua orang temanku memutuskan gak ikut ke Kraton dan memilih kongkow-kongkow di Mall Malioboro saja. Yo wis, aku, Hans dan supir saja yang menuju ke sana. Kami sampai di keraton jam 13.42 menit, sementara jam tutup Kraton jam 14.00-katanya-. Sampai disana, kecewa lagi. Dah tutup, dengan alasan yang lagi-lagi gak jelas. Hans kesel lagi, matanya memang ketutup kacamata hitam tapi bibirnya kelihatan merengut. Tarno si supir berusaha mencari kenalannya salah satu abdi dalem yang mungkin bisa membantu kita untuk bisa masuk, tapi ternyata yang bersangkutan sedang tidak bertugas. Hmmmm…BT deh!

Memang susah agaknya berhubungan dengan sesuatu yang berbau feodal di negeri ini. Sehingga segala sesuatu pun bisa seenaknya aja diterapkan, buktinya ya jam tutup Kraton lah. Kesannya jadi seenaknya dan gak profesional menjalankan industri pariwisatanya.

Tmsari1Tarno pun menawarkan untuk mengunjungi Tamansari, pemandian penghuni Kraton tempo doeloe yang gak jauh letaknya dari Kraton Kesultanan yang alhamdulilah jam tutupnya masih lebih on time dan masuk akal. Nice place,  cukup terhibur melihat-lihat tempat tersebut yang jaman dulunya adalah semacam Harem nya Sultan dimana beliau dari kamarnya bisa melihat-Tmsari2lihat selir-selirnya yang sedang bermandi ria yang akhirnya dipilih untuk ‘menemaninya’ hari itu. Lalu kita pun dibawa ke mesjid Sultan lama yang ada di bawah tanah lalu mengikuti lorong tersebut yang akhirnya menuju reruntuhan bangunan Kraton lama yang hampir  runtuh sebagian temboknya. Lumayan, tapi sayang komplek obyek wisata yang sebenarnya menarik tersebut harus bercampur dengan rumah-rumah penduduk, kalau saja bisa membersihkannya dari perumahan yang ada pasti akan lebih bersih dan terlihat lebih rapi. Perjalanan hari itu pun berakhir di Mall.

Mandala3Well, keesokan harinya kita pun balik ke Jakarta, gak ada delay atau apapun. Walaupun agak sedikit BT berkaitan dengan beberapa objek wisata disana, overall masih bisa memuaskan hati. Yang pasti mungkin kita-kitanya yang musti lebih prepare kalau mau mengunjungi objek wisata, terutama yang berhubungan dengan jarak tempuh, jam buka dan tutup dan juga jangan kebanyakan ngulur waktu kalii…

The Dark Knight

I won’t bore you with the sinopsis. Briefly it’s deep,complex and unpredictable yet detailed and entertaining. Have a bit long duration but won’t bore you down.

Heath Ledger was outstanding. He performed his last and best performance. You’ll forget his previous acts before, definately an Oscar quality.

Enjoy!

Wanted

You know what’s the no.1 attraction that made me wanted to see this movie? Jolie. Her sensuality is so overwhelming to most men I guess, including me. I have no idea what the story would be, all I know that it’s about a group of assassins but it turned out way beyond my expectations.

Started with the main character; Wesley who’s always be the underdog everywhere. Nerdy looks, have unfriendly obese lady boss, a demanding girl friend who’s having an affair with his own best friend not to mention his ‘panic attack’ that forced him to keep his drugs always close to him. Until one night a sexy lady; Fox saved him from an assassin named Cross who’s been hunting him.

Fox took Wesley to her base camp where her assassins group called Fraternity gathered. They’re lead by Sloan who gave them killing orders with a help of an ancient tool called The Loom of Destiny which somehow can give names of future’s bad guys. There Wesley also got more info about him and his father who got murdered by Cross.

There Wesley got intensive and brutal training by the members of the Fraternity and not for long-as usual-a zero becomes a hero. Wesley then gets his killing orders, until one day he found out the real story that turns his gun to the other side.

If you hate violence like blood spilling and blown heads I recommend you not to see this movie coz it’s full of it. The action is beautifully created, hard but sleek in a simpler word; cool. The car chasing scenes is so far the best I’ve ever seen but the bullet path and such is not a brand new thing; we’ve seen it on Matrix Trilogy and some other movies. The casts acted naturally and Jolie, whew! She doesn’t need a line to act; her whole body naturally acts, sexily.

Definitely this movie is Wanted for those who loves hardcore actions and something different with a bit of detailed violence. I think it’s better than Hancock.

The Broken Hearted Girl

Once upon a time live a beautiful girl who conceals herself in a remote forest far away from other community. Since she got herself a heartbreak long time ago, she never opened her door for any man who’s interested in her.

Until one day. Knock. Knock.

- Who’s there?

+ A person who’d like to offer you his love.

That girl looks through the hole. A handsome man standing on the other side of her door but she doesn’t reply.

The man keep knocking on her door and asking a chance just to talk to her for a while he even say that he’ll love her forever and many beautiful words, but she kept her door locked.

The man keep on knocking and knocking and saying those words repeatedly till the night fall.

To see his persistence she began to melt down and would like to give him a chance.

- Are you sure you’d love me with your whole heart?

+ I am sure, open the door please, let me in and I’ll show you.

That girl hesitates, but she was also attracted to that man.

+ I’ll treat you as my queen and bring you happiness you could never imagine.

She thinks hard but her good thoughts win. She let him in and she was instantly in love with that man.

He knows how to treat her, he told her many stories and adventures and about beautiful far away countries and many places that he had been and promise to take her to those places one day.

After a while, that man leaves but he promised to send her letter everyday.

She let him go sadly with a bit hesitation inside her heart.

The next day a letter came, also the next day and the next day and the next day. It was from him. The girl’s heart bloom again once more. He keeps his promise. So she replies his letters with words she never mentioned for years;

- I LOVE YOU

+ I LOVE YOU TOO

The girl’s heart soars to the sky as she read his reply. A feeling she hasn’t felt for years is inside her again. They exchange letters everyday there was nothing but love they write to each other and a promise that one day no matter what happened they’ll be together unseparated by time or places.

Day and night that man’s face followed her, whatever she does and wherever she goes. She doesn’t conceal herself anymore, she goes to the town and to places she hasn’t been visited for years and everywhere she goes people can see that she’s deeply in love.

Until one day his letters stop to come. She waits and keeps on waiting, while she wrote to him and asks him why he doesn’t write to her anymore.  But there was no reply.

Is he ill? Is he too busy?  Is he going abroad?….Is he dead? Those questions dance on her mind everyday and drive her crazy

In sadness, she conceals herself inside her hut once more. Waiting.

To Be Continued….

Ahmadiyah…Oh Ahmadiyah

Niat baik dengan cara yang salah bisa mengasilkan sesuatu yang gak akan diterima masyarakat, sebaliknya juga begitu, niat busuk dengan cara yang halus bisa masuk ke hati. Begitulah yang terjadi dengan FPI, tujuannya sih demo menentang BBM, karena kena provokasi udah deh jadi ribut besar di seluruh negeri. Yang ada  Ahmadiyah ketawa-ketiwi dibelakang tembok sambil ngumpet. Belum lagi kaum munafikin yang selalu berusaha menentang pembubaran Ahmadiyah seperti punya kartu troof baru untuk membenarkan keberadaan mereka.

SKB dah keluar tapi pro kontra masih aja ada disana-sini. What’s with Ahmadiyah yang kekeuh jumekeuh kalau ajarannya itu tidak menyimpang? Juga ada apa dengan kelompok-kelompok yang mendukung dibelakang mereka? Fatwa ulama seluruh dunia udah jelas-jelas menyatakan kalau Ahmadiyah itu sesat dan bukan baru-baru aja cing! Udah puluhan tahun mereka dinyatakan sebagai ajaran yang menyimpang jadi gak mungkin dong MUI usil sendiri mencap jidat orang-orang Ahmadiyah sebagai golongan sesat. Sampai-sampai mereka diharamkan lho untuk naik haji ke Mekkah.

Lalu kenapa ada orang-orang kita yang sebagian besar muslim malahan anaknya ulama besar negeri ini –tahu kan sapa?- yang justru membela keberadaan mereka dengan alasan hak asasi manusia, pluralisme dan negara harus melindungi golongan minoritas. Whattt? Hak asasi apa? Mengutak-ngutik ajaran agama yang sudah benar? Lalu hak muslim lain yang merasa agamanya dinistakan gimana? Golongan mayoritas yang seharusnya mendominasi pengambilan keputusan negara ini, bukan segelintir orang yang hobi menafikkan kebenaran yang sudah ditetapkan Tuhan.

Lha, bukannya ada  ‘lakuum dinukum waliyadin’ ? Memang, tapi ayat tersebut berlaku terhadap muslim dan non muslim man! Gak berlaku terhadap suatu golongan yang ngaku-ngaku Islam tapi merubah dasar ajaran Islam. Seperti pernah gue tulis di comment disalah satu blog temen gue, Islam gak akan bermasalah terhadap orang-orang yang memiliki akidah berbeda. Bikin aja agama baru, misalnya mengangkat Elvis sebagai Tuhan, nabi-nabinya Brad Pitt, George Clooney atau Tom Cruise dan malaikat-malaikatnya adalah Beyonce, Nicole Kidman dan Lucy Liu lalu tempat ziarah nya adalah Hollywood atau patung Liberty.  100% MUI gak bakalan komen apa-apa.

Gue yakin gak ada satu agama pun yang mau di improvisasi oleh segelintir golongan, inget dong kasus Da Vinci Code nya Dan Brown yang bikin resah orang Kristen sedunia, padahal itu cuma fiksi lho bukan kejadian nyata seperti Ahmadiyah dan golongan sesat lain di negeri ini. Gue juga yakin banget kalo Orang Kristen atau Budha pun bakalan ngamuk kalau mendadak ada orang yang muncul ngaku-ngaku keturunan Yesus atau Sidharta Gautama.  Ya gak?

So mereka-mereka itu sapa seh? Para pendukung Ahmadiyah yang berdalih pluralisme, apa yang ada dikepala mereka? Apa tujuan mereka? Pluralisme memang tak bisa dihindari. Dari dulu negara ini udah kenal kok sama yang namanya Pluralisme, tuh yang ada di kaki Garuda Pancasila apa? Bhinneka Tunggal Ika adalah konsep pluralisme nya negara ini; yang intinya kalau perbedaan itu bukan jadi masalah bagi kita bangsa Indonesia, tapi penyimpangan yang menyangkut kepercayaan suatu agama tak boleh dibiarkan. Itu pengaburan kebenaran suatu ajaran agama namanya. Pluralisme bukan berarti bebas menyamaratakan ajaran semua agama, tapi kalo memang itu yang dimaksud ganti aja  istilahnya jadi SINGULARISME.

Wait..wait… ngerti gue sekarang…..jadi itu maksud mereka; PENGABURAN AJARAN ISLAM, karena Islam adalah agama mayoritas penduduk negeri ini. Kalau semuanya dianggap benar, generasi mendatang pun jadi tambah gak jelas terhadap ajaran Islam yang murni..ok ..ok.. Intinya; merusak akidah inti ajaran Islam yang hakiki, khususnya untuk generasi mendatang. Karena kalau Umat Islam diperangi secara frontal justru akan jadi Solid tapi kalau di kikis dari bawah lama-lama kan ambruk tuh fondasinya. OK deh bapak, Ibu,  mbak, mas atau siapapun anda…..!

Kalau dianalogikan FPI adalah lecet-lecet akibat jatuh dari sepeda, serem memang karena kelihatan dan ada darahnya sementara orang-orang yang menyebarkan ajaran sesat dan pendukungnya adalah Kanker; gak kelihatan, bodi luar tetep mulus, tapi organ dalam rusak dengan perlahan dan  mematikan.  Milih lecet tapi bisa sembuh pake obat merah atau operasi dan kemoterapi?

Tambah jelas diakhir zaman ini siapa kawan siapa lawan. Buat yang mendukung pembubaran Ahmadiyah; good luck guys, ALLAH will always be with you! Tapi inget, jangan main kasar, milih-milih yang pantes digebuk ataupun nggak kalau perlu sih jangan pake gebuk malah, dibelai aja! Buat yang mendukung keberadaan Ahmadiyah; Selamat! Neraka menunggu anda, gratis sepuasnya.  Buat pendukung mahluk yang mendukung keberadaan Ahmadiyah; liat dulu maksud dan tujuan orang yang kamu dukung, jangan ikut-ikutan buta boss! Oops!

Satu lagi janji ALLAH mengenai para pembuat tipu daya dan fitnah, ALLAH akan mengadakan tipu daya yang sama sekali gak mereka sangka-sangka, di akhir ayat tersebut bunyinya begini ;” …..sesungguhnya Akulah Maha pembuat tipu daya.”

La hawla wa laa kuwatta Illa Billah…Tak ada daya dan upaya kecuali dari ALLAH. Semoga ALLAH membukakan hati-hati mereka.  Amiin.

Ahmadiyah itu sesat! Gitu aja kok repot….

American Idol 2008

Ai_2008The lights are off,the curtain is down, the seats are empty the season is over. American Idol 2008 is finalized, all the laughs, tears and drama during the show has become memories now. The Idol has been chosen, the star has been found.

I’m gonna miss you! See you next season!

Kampanye (terselubung) Yuuuk….?

Pemilu 2009 masih sekitar satu tahun lagi tapi kampanye telah dimulai. Terselubung memang, mulai dari keliling daerah berdalih konsolidasi partai yang berakhir dengan cuap-cuap dimuka umum, sampe iklan layanan masyarakat yang sangat ‘lucu’ semisal, terlihat mesra dengan anak-anak atau masyarakat lain dengan sinematografi yang lumayan bagus dan cenderung utopis dibubuhi kalimat-kalimat puitis tentang membangun bersama blah..blah..blah…hingga makan nasi aking bersama sebuah keluarga miskin disebuah gubuk reot. Usaha nih….

Kampanye-kampanye terselubung itu pun gak cuma dilakukan oleh seorang Capres atau pentolan sebuah partai, partainya pun ikut-ikutan. Contoh pas sidang pembahasan kenaikan BBM yang ramai dengan intrupsi dan pemikiran-pemikiran telat akan kesejahteraan rakyat setelah BBM naik, padahal sebelumnya mereka sudah setuju kalau BBM dinaikkan dengan batasan persentase tertentu. Bo, Plis deh! Gak capek nipu terus? Eh terus ada lagi Pimpinan Partai yang berupaya memberikan contoh agar masyarakat hemat dengan naik ojek bareng staff nya ke gedung DPR tapi teteup dengan dikawal mobil polisi di depannya. Ha ha ha…, kenapa pak? Takut kesenggol mobil pas lagi naik ojek atau ditodong? Jangan maksain diri kaleee..

Melihat mereka seperti nonton lawakan basi yang kita sudah tahu ending joke-nya akan mengarah kemana dan gak memberi pencerahan apa-apa yang ujung-ujungnya cuma bikin kita capek. Rakyat gak butuh akting full of shit yang kayak gitu lah! Mereka butuh pemimpin yang kalau terpilih dia mau senang dan susah bersama rakyat, bukan mau senangnya aja, yang bisa bekata YA untuk kepentingan rakyat dan TIDAK untuk yang sebaliknya. Udah sepuluh tahun gitu lho kita masuk ke masa yang mustinya lebih baik, masa mau nunggu sepuluh tahun lagi?

Yang bodoh sebenarnya siapa ya? Yang pasti rakyat udah gak bodoh lagi, sepuluh tahun reformasi dan pengalaman dua kali Pemilu bertabur janji-janji surga yang gak pernah di wujudkan telah jadi pembelajaran supaya bisa memilih Capres yang lebih baik, atau kalo mentok ya Golput.

Jadi siapa yang bodoh? Yang bodoh ya orang-orang yang merasa bisa membodohi masyarakat dengan iklan tersenyum manis diantara anak-anak jalanan bersama istri yang cantik atau dengan kepura-puraan lainnya. Tapi terserah sih, yang pasti rakyat udah gak mau lagi diajak naik perahu bocor sementara cuma yang ngajak yang pake pelampung. Ngerti kan?

Hari Ini Sepuluh Tahun Yang Lalu(14 Mei 1998)

Hari itu cerah. Seperti hari-hari biasanya di bulan Mei yang mulai memasuki musim kemarau. Tak ada tanda-tanda bahwa hari itu akan menjadi hari yang berbeda. Entah kenapa aku malas sekali untuk ke kantor hari itu. Gak mood. Disamping ada beberapa ‘tugas’ yang harus aku selesaikan hari itu juga. So, sekitar jam setengah delapan aku menelepon ke rumah bos ku yang waktu itu tinggal di daerah sunter untuk meminta izin tak masuk karena ‘sakit’. Dengan sedikit melemah-lemahkan suaraku akhirnya bosku memberi izin. Bebaslah aku.

Sekitar jam sembilan aku keluar dari rumahku untuk menyelesaikan ‘tugas’ yang pertama; membayar tagihan handphone yang pada waktu itu aku memakai XL dan tempat pembayarannya di Gedung GKBI Jalan Sudirman. Setelah melalui antrian selama beberapa saat tugas pertamaku pun selesai. Kulanjutkan dengan tugas kedua yaitu mengambil VCD Player ku yang selesai di servis di Samsung Jalan Kesehatan.

Naik bus dari halte Bendungan Hilir Jalan Sudirman yang belum dihiasi oleh Busway masih cukup lancar untuk dilalui, tak lama kami telah melewati jalan Medan Merdeka Barat, tapi didepan Jalan Majapahit perjalanan terhambat. Bus menolak untuk melanjutkan perjalanan karena ada kerumunan orang yang sepertinya sedang berdemo di depan Gedung BTN Jalan Gajah Mada. Sial!

Para penumpang pun turun. Aku memutuskan untuk menuju Samsung melalui Jalan Tanah Abang I. Mulai ada perasaan tak nyaman di udara Jakarta siang itu. Waktu menunjukkan sekitar jam sebelas lewat. Kuputuskan untuk naik Bajaj, ojek masih jarang dan tak disemua tempat ada seperti sekarang ini. Tak lama akupun sampai di Samsung. Ku suruh si supir untuk menunggu.

Memasuki ruang servis, para karyawan Samsung tengah menonton siaran TV yang isinya tentang aksi penjarahan dibeberapa tempat di Jakarta. Suasana mencekam dan rasa khawatir ada disana. Aku pun tak mau berlama-lama, selesai aku membayar biaya servis akupun bergegas pulang. Berutung aku menyuruh si supir menunggu karena jalanan semakin sepi oleh kendaraan.

Perjalanan pulang yang aku kira singkat ternyata banyak mengalami kendala, disana sini kami terhalang kerumunan massa yang entah menuju kemana. Beberapa kali si supir bajaj harus memutar arah mencari jalan alternatif. Aku mulai was-was. Setelah hampir satu jam berputar-putar kami sampai di Jalan Kota Bambu Selatan tetapi tetap saja jalan tersebut tak bisa dilalui. Ratusan orang sedang menuju ke arah kami, mereka menuju arah Slipi Jaya. Si supir menolak melanjutkan, terpaksa aku turun dan membayar lebih untuk kerja kerasnya membawaku pulang.

Dengan membawa tas plastik berisi VCD Player aku berjalan menuju arah tercepat menuju rumahku. Ramai teriakan orang-orang yang menuju ke arah ku membuat nyaliku kecut. Dari jauh sesuatu seperti besi atau kayu ada ditangan mereka. Entah kenapa kaki ini menjadi lemas. Jalan yang sebenarnya tak begitu jauh menjadi berat untuk dilalui.

Beruntunglah di jalan di samping showroom Polytron aku bertemu seorang tukang ojek yang menawarkan jasanya. Ia pun membawaku melalui jalan tikus yang mengarah ke tempat yang lebih aman. Dijalan ia bercerita tentang apa yang dilihatnya di jalan sepanjang hari itu; pejarahan toko serta pembunuhan sadis yang dilakukan terhadap orang-orang Tionghoa. Aku tak menyangka hari yang normal itu seketika menjadi hari yang panas dan brutal. Aku pun sampai di rumah dan tak pernah aku merasa se aman itu saat tiba didepan pintu rumahku.

Di TV, breaking news mengenai kerusuhan yang terjadi dimana-mana mendominasi siaran. Jakarta dalam keadaan darurat. Aku beruntung bisa sampai dirumah, karena yang kudengar banyak orang yang tak bisa pulang kerumah hari itu malah selamanya. Dari atap di lantai dua rumahku aku bisa melihat asap tebal mengepul dari berbagai bagian kota ini. Hingga malam suasana masih mencekam, warga sekitar rumah bersiaga kalau-kalau ada penjarah yang menuju ke wilayah kami. Tidurku tak lelap malam itu, suara teriakan orang-orang yang bergerombol siang tadi masih bergema di telingaku.

Keesokan harinya suasana berangsur pulih, namun dikabarkan beberapa mall, ratusan rumah maupun toko milik etnis tionghoa di jarah dan dibakar. Ribuan jiwa melayang. Jutaan orang Cina dan warga negara asing mengungsi keluar Jakarta dalam beberapa hari kemudian. Penjarahan dalam skala yang lebih kecil masih berlangsung diberbagai tempat.

Beberapa hari kemudian Soeharto menyatakan pengunduran dirinya. Era reformasi dimulai. Warga negara ini menyambut antusias era baru yang diharapkan membawa Negara ini dari krisis ekonomi yang menjadi pemicu demonstrasi yang berakhir dengan tewasnya beberapa mahasiswa yang mengakibatkan kerusuhan besar itu. Peristiwa pembantaian etnis tionghoa dibantah oleh berbagai pihak, tapi kesaksian makin banyak bermunculan saat itu, disamping rekaman gambar CNN yang semakin menguatkan bahwa peristiwa itu bukan khayalan. Hal tersebut mengingatkanku pada cerita teman dari salah satu temanku yang dekat dengan keluarga orang nomer satu di negara ini saat itu beberapa bulan sebelumnya yang mengatakan akan ada pembantaian etnis Tionghoa di Indonesia, aku gak percaya dan menyatakan itu hanya isu. Juga cerita beberapa teman etnis Tionghoa yang dipaksa membayar limapuluh ribu rupiah untuk Teh Botol yang dibelinya di daerah Glodok dengan alasan “ ‘Dikit lagi lo juga mati!”. Mungkinkah peristiwa kerusuhan Mei adalah sebuah rekayasa satu pihak di negara ini agar terjadi pergantian kekuasaan ekstra cepat? Hanya mereka yang tahu.

Reformasi telah berlangsung hingga hari ini. Tapi ternyata harapan hanya tinggal harapan. Pemerintahan dari era yang baru ternyata tak banyak berubah hanya pergantian kekuasaan dari satu orang ke yang lainnya. Korupsi semakin merata, harga bahan pokok semakin melambung sementara pendidikan semakin mahal dan lapangan kerja semakin sulit didapat.

Dalam kondisi ekonomi masyarakat yang semakin tertekan seperti sekarang ini kita sepertinya kita sedang duduk disebuah bom waktu yang siap untuk meledak. Kalau pemimpin-pemimpin kita masih tetap tidak punya sensitivitas yang besar terhadap rakyatnya bisa jadi suatu waktu akan ada Reformasi II atau bahkan sebuah Revolusi. Wallahualam.

Sensasi

"Jeung..jeung lagi dimandra yeni?" Suara seorang perempuan berbahasa ‘gaul’ diseberang jaringan terdengar saat Nino mengangkatnya.

"Lagi di jalan cantik? Kenapipa bo?" Nino membalas.

"Sama dong! Gue juga lagi dijalan nih mau polda…ha ha ha trus iseng aja telepon elu. Sebenarnya gak ada apa-apa sih, cuma gue lagi mikirin karir gue aja?" Suara tersebut menjawab.

Perempuan yang menelepon Nino adalah Rika. Salah satu artis yang dimanajeri Nino  selama beberapa tahun. Artis yang agak sulit ‘dijual’ karena umurnya yang hampir mencapai tigapuluh tahun disamping wajah yang kurang komersil dimata para produser.

"Kenapa lagi lu? Diomelin sutradara gara-gara telat ke lokasi? Atau sering lupa dialog lagi?" Tanya Nino.

"Tinta Bo!" Jawab Rika ketus " Gue tadi baru denger dari Asisten Sutradara katanya peran gue cuma tinggal tiga episode lagi. Masa mau gini terus sih bo hidup gue?"

Nino terdiam mendengarkan.

"Artis brondong pendatang baru pula udah punya rumah tiga, mobil mewah, apartemen sementara gue mobil butut satu aja belum lunas-lunas" Rika menyambung uneg-unegnya.

"Sabar dong, rejeki ditangan Tuhan say! Kualitas akting lu juga musti ditambah."  Jawab Nino

"Gimana mau nambah kualitas akting, peran gue keseringan jadi pembantu apanya yang mo ditingkatkan?" Rika sewot. " Lu dong sebagai manajer yang mustinya lebih pro aktif jual gue!"

"Iya,iya, tapi kalo hoki lu memang lagi dapat yang kayak gitu ya gue mau gimana? Persaingan tambah ketat, yang cakep-cakep tambah banyak masih muda-muda lagi. So far gue cuma bisa saranin lu untuk bersabar dan gue akan terus masarin elu, tapi kalau lu ada ide lain boleh kasih ke gue." Jawab Nino.

"Hmmm…itu juga yang mau gue bahas…Ide." Balas Rika.

"Oh ya? Dari tadi kenapa gak bilang?" Ujar Nino "Ide apa?"

"Gue mau bikin sensasi biar terkenal!" Jawab Rika.

"Sensasi apa?" Tanya Nino penasaran.

"Lha itu, gue juga lagi pikirin…apa yang menurut lo gampang dan langsung jadi sorotan?" Tanya Rika.

"Aduh tante….plis deh!!" Nino setengah tertawa "Mbok ya kalo ada ide jangan setengah-setengah, lu mikir dulu baru lapor ke gue jeung!"

"Nino, buat apa lu jadi manajer gue kalo gue juga yang musti mikir?" Balas Rika "Pokoknya bikin sensasi apa aja, gue udah desperate banget nih!"

"Sumpe lu?" Nino terkejut. "Apa ya?"

"Tuh ‘kan, lu aja bingung apalagi gue?" Umpat Rika.

"Sebentar gue pikirin dulu." Jawab Nino. "Pilihannya gak banyak dan rata-rata udah pernah di lakuin semua sama artis lain." 

Keduanya terdiam saling berpikir.

"Foto bugil or video porno, selingkuh sama suami orang or kawin sirri, ketangkap bawa narkoba, mukulin orang depan kamera, lu mau yang mana?" Tanya Nino.

"Aduh jangan yang bawa-bawa hukum dong, takut gue!" Jawab Rika.

"Gimana sih, katanya sensasi apa aja?" Tanya Nino lagi. "Yang trend banget sih cerai tapi lu kan belum kawin, udah foto bugil aja yang gampang! Lu foto diri lu sendiri depan kaca trus lu sebar di internet. Bisa kan? Atau mau gue fotoin?"

"Foto bugil? Hmmm…nanti kalo emak gue liat gimana?" Tanya Rika penuh keragu-raguan.

"Bo!!" Teriak Nino. "Make up your mind dong! Yang jelas jadi orang, jangan plin plan gitu, lu sendiri yang punya ide bikin sensasi pas dikasih pilihan malah ciut. Jangan bikin gue BT deh!"

"Yang lain deh ‘no" Balas Rika setengah merajuk "Yang gak pake bugil-bugilan lah please!"

Nino diam sejenak untuk berpikir, tak lama sebuah ide baru muncul.

"Ini yang terakhir dan gak boleh lu tolak ya" Ucap Nino tegas kepada Rika.

"Apa tuh?" Tanya Rika menanti separuh cemas.

"Kita bikin gossip kalo lu itu lines alias lesbong alias lesbian!" Jawab Nino.

"Yah, itu mah lebih parah dari bugil!" Jawab Rika lagi "Emak gue langsung mati kalo dia denger!"

"Ya elu ceritain ke Emak lu dong kalo ini cuma sebagai sensasi aja biar elu di perhatiin media lagi" Jawab Nino "Elu kan gak harus beneran jadi lines, dibikin desas desus aja, paling-paling ada temen gue yang beneran lines nanti yang gue suruh foto bareng sama elu."

Rika terdiam.

"Mau gak?" Tanya Nino setengah membentak.

"I..i..iya deh. Tapi nanti foto sama temen lu yang lines itu gak bugil kan?" Jawab Rika sambil bertanya.

"Tinta lah!" Jawab Nino lagi " Cuma cheek to cheek aja kok. Mau kan?"

"Ok deh…tapi.."

Belum selesai Rika menjawab sebuah bunyi keras terdengar mengejutkan Nino.

"Rika..Rika..Hallo!" Nino berusaha menghubungi Rika.

Telepon terputus lalu tak dapat ia hubungi lagi.

"Sial!" Umpat Nino "Rika..Rika oon banget sih lu! Kenapa juga lagi HP nya? Dijatuhin lagi jangan-jangan. Tolol!"

Keesokan harinya impian Rika terkabul, beminggu-minggu wajahnya muncul di infotainment dan tabloid. Rating Sinetronnya melesat jauh.

Sayang Rika tak bisa menikmati semua itu.

Bunyi keras yang terakhir didengar Nino adalah suara mobil Rika yang di tabrak sebuah truk tangki pengangkut bensin. Truk dan mobil Rika meledak dan terbakar hebat. Rika tewas ditempat terpanggang didalamnya.

Satan Of The Decade

Malam baru turun disuatu tempat antah berantah di dunia ini. Di sebuah gua besar yang gelap di tengah hutan rimba yang lebat di Eropa Timur ribuan mahluk berkumpul. Mereka adalah iblis dan setan dari seantero penjuru dunia dalam berbagai bentuk. Rata-rata mereka berbentuk binatang buas, kebanyakan berbentuk anjing yang berkepala manusia atau sebaliknya, ada juga yang berbentuk kabut yang membentuk tubuh manusia juga ada yang berbadan besar hingga menyentuh langit-langit gua juga seperti manusia yang bersisik seperti ular.

Tingkah laku mereka juga macam-macam, ada yang duduk manis menyendiri dipojok gua, ada yang sambil ngobrol sesama temannya ada juga yang asik bergantung dilangit-langit sambil menguping semua pembicaraan yang dia dengar. Suara mereka riuh rendah, kadang ada tawa yang melengking bahkan sumpah serapah kasar yang ditujukan kepada sesama temannya.

Tiba-tiba sebuah suara menggelegar mengejutkan mereka.

“Semua harap berkumpul dan membuat lingkaran ditengah gua!” Suara itu berkata.

Mereka berloncatan memenuhi perintah suara tadi, sebuah lingkaran pun terbentuk. Lalu si empunya suara itu pun muncul ditengah lingkaran.

“Saudara-saudaraku setan-setan dan iblis-iblis hebat yang terkutuk dari penjuru dunia. Aku sebagai ketua kalian berterima kasih atas kesediaan kalian untuk hadir memenuhi sidang sepuluh tahunan kita.” Sang Ketua berbicara. “Kita berkumpul disini bukan untuk saling menyombongkan diri walau kita tahu bawa kita adalah mahluk Tuhan paling sempurna tapi untuk saling berbagi pengalaman sambil memberi penghargaan bagi salah satu dari kita yang paling berhasil dalam sepuluh tahun terakhir ini dalam proses perusakan anak-anak Adam which are teman-teman kita di neraka nanti…ha ha ha ha”

Yang hadir mengumam. Sebagian ikut tertawa. “Tapi saya harap walaupun kalian ada disini anak-anak buah kalian tetap bertugas bukan?” Ucap sang ketua lagi.

“Tentu Setan Ketua!” Jawab salah satu dari Setan peserta yang berwajah anjing tapi bertanduk rusa. “Seluruh anak-anak buah kami tetap tersebar diseluruh dunia menggoda manusia, setelah selesai sidang ini kami akan menyampaikan kepada mereka hasil dari sidang ini Setan Ketua.”

“Bagus! Berarti kita bisa tenang dan melanjutkan sidang kita ini. Setuju?” Ucap Sang ketua. “Setujuuu….!!” Ribuan setan menjawab. “Bagus! Sidang kita lanjutkan dengan pemilihan Satan Of The Decade yang calon-calonnya telah kita seleksi selama satu tahun lebih oleh mantan-mantan penyandang Satan Of The Decade juga.” Sang ketua melanjutkan.

Suara riuh rendah kembali terdengar dari setan-setan yang hadir.

“Para kandidatnya adalah, Setan Amerika, Amerika latin, Afrika, Israel dan Indonesia” Lanjut sang ketua. Ada tepuk tangan namun ada juga suara gumaman tak setuju terdengar dari setan-setan yang hadir. Salah satunya bertanya.

“Setan ketua, kenapa Setan Indonesia masuk daftar kandidat?” Tanyanya “Dialah penyebab migrasi besar-besaran setan-setan dari wilayah kami Australia dan juga dari negara-negara lain.”

“Sabar, sabar.” Jawab sang ketua. “ Nanti oleh panitia, masing-masing kandidat akan dijabarkan keberhasilan mereka dalam sepuluh tahun terakhir. Untuk itu aku tak mau berlama-lama berbicara disini, aku panggilkan Satan Of The Year 2003 dari Amerika Serikat .”

Satu setan berdiri dari kumpulan hadirin lalu menuju ke tengah lingkaran. “Mana George?” Tanya sang ketua.

“Maaf Boss, George sedang ada sidang kabinet jadi tak bisa hadir.” Setan itu menjawab.

“Huuuuuuuu……!!!” Ribuan setan bersuara.

“Ok..ok..Silahkan kamu bacakan hasil seleksimu!” Ucap sang ketua.

“Para hadirin.” Setan panitia mulai berbicara “Setelah melalui proses seleksi yang rumit, panjang dan melelahkan kami telah memilih salah satu dari setan yang disebutkan oleh Setan ketua tadi sebagai Satan Of The Decade. Kandidat-kandidat yang kami pilih yaitu, Amerika, Afrika, Amerika Latin, Israel dan Indonesia telah menghasilkan perubahan yang signifikan dalam sepuluh tahun terakhir ini terhadap dunia manusia dan dunia kita tentunya. Mereka telah menyumbangkan ratusan juta kawan-kawan baru untuk kita di neraka nanti.”

Tepuk tangan bergemuruh didalam gua itu. “Untuk itu saya memanggil para kandidat untuk bergabung bersama saya dalam lingkaran ini.”

Tepuk tangan kembali memenuhi udara gua lapang itu. Lima setan berdiri lalu maju bergabung dengan panitia.

“Saudara-saudara, inilah para kandidat Satan Of The Decade!” Setan panitia berkata. “Saya akan membacakan hasil-hasil dari masing-masing kandidat sebagai bukti keberhasilan mereka selama sepuluh tahun ini. Kami mulai dari Amerika. Sebagai Negara adidaya dalam semua bidang yang tak lagi punya pesaing seperti era perang dingin yang lalu, setan Amerika berhasil membawa dunia ke cara pandang yang baru, baik dari segi hiburan yang tak layak, pornografi, ekonomi yang sangat kapitalis, pemikiran-pemikiran liberal dan pluralitas yang melenceng yang kini merebak keseluruh dunia hingga puncaknya ditahun 2001 dengan peristiwa WTC yang kalian tahu kan siapa dalangnya lalu disusul dua tahun kemudian yang dengan sangat hebat berhasil membisiki anggota kabinet untuk setuju melakukan serangan militer ke Irak yang masih berlangsung hingga saat ini, ia juga berhasil mengajak setan-setan anggota NATO untuk membisiki negarawan mereka untuk ikut bergabung dengan Amerika untuk menginvasi Irak. Jutaan orang tewas dan Irak jadi negara tanpa hukum sekarang ini. ”

Hadirin bertepuk tangan. Setan Amerika tersenyum sombong.

“Berikut setan Afrika” Setan panitia melanjutkan “ Anda berhasil mengunakan sentiment etnis, fanatisme terhadap suku dan haus akan kekuasaan sebagai alat anda menggoda manusia, jutaan orang mati karena itu, dan Afrika masih jadi benua yang masih terbelakang sampai kini.”

Tepuk tangan hadirin di balas anggukan Setan berwajah gorila itu.

“Amerika latin” Lanjut Setan panitia lagi. “Narkotika masih jadi andalan anda dalam merusak manusia. Bagus, jumlah pemakai narkotika tetap tinggi sesulit apapun kondisi perekonomian dunia. Salut juga atas usaha anda memperkenalkan narkotika kepada anak-anak kecil saat ini. Sukses buat anda!”

Setan Amerika Latin tersenyum dingin.

“Setan Israel! Anda selalu masuk jadi kandidat di pemilihan ini! Sikap kejam, keras kepala dan sombong yang selalu anda bisikkan terhadap pemimpin-pemimpin anda sejak ribuan tahun lalu telah mendarah daging di negara itu. Salut atas korban jiwa perempuan dan anak-anak yang selalu jatuh setiap anda melakukan agresi ke Palestina. Andalah biang utama kekacauan di Timur Tengah, andalah pula yang mengobarkan sentimen agama di seluruh penjuru dunia. Bravo! Kami tunggu gebrakan dan kekacauan besar selanjutnya di Timur Tengah!”

Tepuk tangan amat meriah terdengar.

“The last but not least; Indonesia!” Setan panitia berbicara disambut gerutuan setan-setan lain yang hadir.

“Anda sangat luar biasa!” Ucap setan panitia “ Negara yang begitu makmur, aman dan tenteram bisa begitu rusak parah dari segi ekonomi, politik, budaya dan moral. Dalam sepuluh tahun ini, apa yang tidak terjadi di sana? Kerusuhan, pertikaian antar agama, pengeboman beberapa kali terjadi, kemerosotan moral dan kriminalitas yang menggila terjadi dinegara anda, belum lagi korupsi yang tetap jadi nomor satu di dunia. Hasilnya, kemiskinan yang luar biasa, sementara yang kaya semakin mabuk gaya hidup hedonisme yang tentu saja semakin memacu korupsi. Sekularisme semakin mengakar disana, makin banyak manusia yang tak beribadah, kebebasan seks juga berkembang pesat ya? Sangat fantastis! Semua berkembang pesat dalam sepuluh tahun terutama setelah reformasi. Reformasi yang harusnya positif ternyata bisa dijadikan oleh saudara kita dari Indonesia ini sebagai sarana membuka kebebasan yang seluas-luasnya, hampir tanpa batas dan HAM dijadikan sebagai tameng untuk legalisasi kebebasan tersebut. Salut juga buat anak buah anda yang akhir-akhir ini menyebarkan ajaran sesat di sana yang semakin marak dan sepertinya mulai diterima oleh masyarakat negara anda, tentu saja itu juga hasil setan pluralisme yang bekerja keras menyebarkan ajarannya. Selamat untuk anda! Oh ya, kami juga baru mendapat kabar bahwa mantan orang nomor satu negara anda yang baru saja lewat akan bergabung dengan kita nanti di neraka. Sekali lagi selamat!”

“Terima kasih” Jawab setan Indonesia. “Huuuuu…….” Hadirin mengerutu.

“Saudara-saudara, memang sangat berat tugas kami sebagai panitia untuk memilih yang terbaik diantara yang baik dari lima kandidat yang hadir ini. Dalam hal seleksi Kami melihat setan mana yang memiliki pencapaian yang paling signifikan dalam perubahan cara hidup manusia di negara mana ia bertugas. Kami juga menilai cara yang bagaimana yang ia terapkan dalam usahanya membujuk manusia ke jalan yang salah, cara halus adalah cara yang paling baik dalam hal ini. Untuk itu pulalah kami memilih…Setan Indonesia sebagai Satan Of The Decade!”

Tepuk tangan dan cacian bercampur baur, terutama kandidat Amerika dan Israel yang tak terima kekalahan mereka.

“Kami tak terima dikalahkan oleh setan Asia” Kata mereka. “Setan amatir!”

Suasana semakin kacau dan tak terkendali. Setan panitia menjadi bulan-bulanan setan yang tak terima atas kemenangan setan Indonesia.

“Kembali ke tempat masing-masing!” Suara setan ketua mengelegar didalam gua hingga menyebabkan gua itu bergetar hebat.

“Panitia telah memilih yang terbaik!” Ucap sang ketua lagi.

“Tapi Ketua…” Setan Amerika berusaha menyanggah.

“Diammm…kataku!” Sang ketua marah. Matanya yang memang merah menjadi bertambah merah dan bersinar menakutkan.

“Panitia akan menjelaskan kepada anda kenapa mereka memilih Indonesia sebagai pemenang. Silahkan!” Setan ketua kembali berkata.

“Alasan kami memilih setan Indonesia adalah karena kerusakan yang telah terjadi dinegara itu amat parah dan berdampak langsung pada manusia-manusia yang hidup disana. Akibat kemiskinan banyak orang yang terjerumus dalam kriminalitas, prostitusi dan hal-hal lain yang menghalalkan segala cara agar bisa tetap hidup. Gaya hidup konsumerisme berhasil membawa manusia-manusia disana korup dan haus akan kekuasaan. Sementara kekuasaan jadi jalan untuk menambah kekayaan dari hasil korupsi. Kemiskinan juga mengakibatkan kebodohan dan mudahnya generasi muda diinfiltrasi ajaran-ajaran sesat yang membuat mereka lupa akan ajaran-ajaran yang benar.” Setan Panitia memaparkan. “Amerika memang membawa kerusakan didunia tapi akibat perbuatannya itu banyak orang yang kembali ke ajaran agama yang hakiki dan membenci budaya barat yang mengakibatkan sulitnya setan-setan untuk membawa mereka ke kesesatan.” Lanjutnya “Afrika tak berdampak banyak terhadap dunia diluar Afrika, ia hanya berdampak di benua itu sendiri. Narkotika Amerika Latin hanya bisa dibeli oleh orang-orang kaya sementara tak semua orang didunia ini adalah orang kaya. Israel hampir sama seperti Amerika, polahnya di Timur Tengah menghasilkan reaksi berbalik terhadap perilaku umat manusia di dunia ini. Apa yang dilakukannya di Palestina menghasilkan sentimen negatif terhadap Israel dan Amerika Serikat serta negara barat lainnya yang mengakibatkan sebagian besar manusia dinegara muslim membenci kebudayaan barat yang sebagian kami gunakan dalam mencari mangsa. Lagi pula tak cukupkah anda terpilih menjadi Satan Of The Millenium dua kali berturut-turut?”

Setan Israel tersenyum malu.

“Untuk itu aku menyarankan pakailah cara yang halus dan terselubung dalam mengajak manusia dalam kesesatan. Cara kasar hanya akan menjadi bumerang terhadap keberhasilan kita” Tambah sang Ketua. “Contohlah Indonesia yang bisa menciptakan polemik antara seni dan pornografi, seks disandingkan dengan cinta, dan hura-hura bercampur dengan alkohol sebagai gaya hidup dan alat menaikkan gengsi. Dan satu lagi; korupsi, gunakanlah keserakahan manusia sebagai alat utama pemiskinan suatu negara yang dampaknya jauh hingga ke akar rumput dan HAM gunakanlah ia sebagai tameng, kalau bisa bisikkanlah kepada manusia membuat aturan baru bahwa semua manusia berhak juga untuk berbuat dosa. Ciptakanlah banyak grey area yang baru yang membuat manusia bimbang sehingga mudah kita jerumuskan. Saudara saudaraku yang terkutuk, begitu besarnya peluang dosa di Indonesia mengakibatkan jutaan setan dari benua lain pindah kesana, jangan salahkan setan Indonesia, salahkanlah diri anda sendiri yang tak bisa menciptakan lapangan kerja yang mencukupi untuk anak buah anda sendiri. Ingat, kiamat semakin dekat, kerja keras kita harus lebih ditingkatkan. Kita harus membawa bekal yang banyak di neraka nanti sebagai bukti bagi Tuhan bahwa derajat kita lebih tinggi dari manusia yang dibanggakanNya itu. Cukup sekian dariku. Aku yakin kalian mengerti apa yang aku telah sampaikan.”

Hadirin yang tadi serius menyimak bertepuk tangan dengan meriah, mereka mengangguk-angguk mengiyakan pidato ketua mereka. Setan-setan yang tadinya sentimen terhadap Indonesia menjadi kagum mendengar paparan sang ketua, mereka mendekat dan menyalaminya.

Sebelum fajar tiba sidang sepuluh tahunan itupun berakhir damai, seluruh delegasi menyetujui setan dari Indonesia dipilih sebagai Satan Of The Year. Lalu mereka kembali memimpin jutaan anak buah mereka yang tak kenal lelah mengajak manusia kedalam kesesatan.

Setan Indonesia kembali ke negaranya dengan bangga. Tugasnya belum selesai.